Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan
teknologi komunikasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan
pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani.
Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita
bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau
kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa
mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi
atau faktor lainnya yang dapat menghambat pertukaran pikiran.
Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memacu suatu
cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan
berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan
ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan
sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan
awalan e- seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library,
e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya
lagi yang berbasis elektronika.
Satelit Komunikasi Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era
informasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Sistem satelit
komunikasi ini merupakan kebutuhan yang unik bagi Indonesia, karena
keadaan dan letak geografisnya. Dasar pertimbangan pengembangan sistem
ini adalah untuk keperluan pendidikan, penerangan, hiburan,
pemerintahan, bisnis, pertahanan keamanan, dan perindustrian. Komputer
Perkembangan perangkat keras komputer berlangsung sangat pesat. Selain
daya muatnya yang semakin besar, kecepatan operasinya juga semakin
tinggi. Jika sepuluh tahun yang lalu microprocessor komputer mampu
mengakses memori dengan kecepatan perjutaan detik, maka saat ini
kecepatannya sudah dihitung dengan permiiliar (nano) detik. Komputer
meja atau personal computer saat ini sudah tidak dipandang sebagai
barang mewah lagi, melainkan sebagai suatu kebutuhan yang esensial untuk
dapat mengikuti kemajuan. Boleh dikatakan tidak ada satu kantorpun yang
tidak memiliki dan mengoperasikan komputer.
Teknologi Video (Perekam Video) Perkembangan dalam teknolofi video
sejalan dengan perkembangan komunikasi dan komputer, meskipun orientasi
utamanya adalah untuk keperluan hiburan. PERKEMBANGAN TI DAN TK MENURUT
RAMALAN PARA AHLI Dari dulu sejak sebelum maraknya penggunaan TI dan TK
dalam kehidupan dan dalam bidang pendidikan pada khususnya, para ahli
telah mengungkapkan ramalannya tentang penggunaan TI dan TK ini. Berikut
ini kita bahas beberapa ramalan para ahli tersebut. “Globalisasi telah
memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan
tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka”
(Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek
“Flexible Learning”. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal
tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy),”
yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan. Bishop G. (1989)
meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes
(flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang
memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman
pendidikan sebelumnya. Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan
mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang
memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah. Tony
Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan
jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan
mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.
Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan
pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time). Teknik
pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan
inter-disipliner. Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan
“Computer-based Multimedia Communication (CMC). Dari ramalan dan
pandangan para cendikiawan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan
masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih
bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait
pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif.
Perpustakaan elektronik (e-library) Revolusi teknologi informasi tidak
hanya mengubah konsep pendidikan di kelas tetapi juga membuka dunia baru
bagi perpustakaan. Perpustakaan yang biasanya merupakan arsip buku-buku
dengan dibantu teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah
mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi lebih agresif dalam
berinteraksi dengan penggunanya. Dengan banyaknya perpustakaan
tersambung ke internet, sumber ilmu pengetahuan yang biasanya terbatas
ada di perpustakaan menjadi tidak terbatas
Surat elektronik (e-mail) Dengan aplikasi e-mail, seorang guru, orang
tua, pengelola, dan siswa dapat dengan mudah saling berhubungan. Pihak
sekolah dapat membuat laporan perkembangan siswa dan prestasi belajar
baik diminta orang tua atau pun tidak. Dalam kegiatan belajar diluar
sekolah, siswa yang menghadapai kesulitam materi pelajaran dapat
bertanya lewat e-mail kepada pihak sekolah atau guru bidang studi.
Demikian pula untuk guru yang berhalangan hadir dapat memberikan tugas
via e-mail kepada siswa.
Ensiklopedia Sebagian perusahaan yang menjalankan ensiklopedia saat ini
telah mulai bereksperimen menggunakan CD-ROM untuk menampung
ensiklopedia sehingga duharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak
hanya berisi tulisan dan gambar saja, tetapi juga video dan audio.
Jurnal atau majalah ilmiah Salah satu argumentasi umumnya di dunia
pendidikan Indonesia adalah kurangny akses informasi ke jurnal atau
majalah ilmiah yang berada di internet sehingga memudahkan bagi para
siswa untuk mengakses informasi ilmiah terkahir yang ada di seluruh
dunia.
Pengembangan homepage dan sistim distribusi bahan belajar secara
elektronik (digital) Sistem pembelajaran melalui homepage dapat
dikembangkan dalam bentuk sekolah maya (virtual school) sehingga semua
kegiatan pembelajaran mulai dari akses bahan belajar, penilaian, dan
kegiatan administrasi pendukung dapat secara online selama 24 jam. •
Video teleconference Keberadaan teknologi informasi video teleconference
memungkinkan bagi anak-anak di seluruh dunia untuk saling mengenal dan
berhubungan satu dengan lainnya. Video teleconference di sekolah
merupakan saranan untuk diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk
bermain peran pada kegiatan belajar mengajar yang bersifat social.
Disamping itu dapat pula untuk pengamatan proses eksperimen dari seorang
guru.






0 komentar:
Posting Komentar